Peluang industri mebel jepara

Industri mebel di Jepara kian berkembang seiring berjalannya waktu. Hal ini didasari dengan perkembangan zaman yang cepat. Kebutuhan pokok berupa sandang, pangan, serta papan dan kebutuhan tersier yang terus meningkat merupakan salah satu faktornya.

proses pembuatan kursi di jepara

Mungkin ada yang bertanya “berapa modal yang harus di keluarkan?” “apa yang harus aku lakukan untuk memulai bisnis?” ” jika aku gagal?” dan yang paling sering ditanyakan “apa industri mebel masih menjanjikan untuk di tekuni?”.

Semua pertanyaan itu hanya kamu yang bisa jawab. Saya bukanlah peramal, tpi saya yakin industri mebel sangat menjanjikan untuk di tekuni.

Di zaman modern ini, hanya bermodal handphone dan jaringan seluler kalian sudah bisa membuka toko mebel online milik kalian sendiri. Tentunya ada banyak dampak yang positif dan juga negatif bagi pelaku usaha mebel. dampak negatif yang di rasakan antara lain, sulitnya mencari konsumen. Hal ini tentu sangat berdampak bagi industri mebel yang masih menggunakan cara lama untuk mencari pelanggan. Tentu saja ini berdampak bagi penghasilan industri mebel tersebut.

Berbeda dengan industri mebel onlie yang sudah kalian buat, kalian akan lebih mudah mencari konsumen bahkan rekan kerja baru, di dalam kota, luarkota, bahkan diluar Negara. Tentu ini sangat membantu perkembangan industri mebel kalian untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Dan masih banyak keuntungan lainnya dalam berbisnis online.

Saya sempat membaca sebuah berita di finance.detik.com mengenai pemuda-pemuda yang berhasil masuk Forbes Under 30 karena kesuksesannya di bisnis industri mebel online. Marshall Utoyo (28 tahun), Krishnan Menon (28 tahun), dan Christian Sutardi (33 tahun) merintis bisnis online yang khusus menjual mebel sejak 2015 silam. Mereka adalah pendiri Fabelio.com.

Tidak ada kata mudah dalam menjalankan bisnis mereka, mereka telah melewati berbagia tantangan untuk mencapai kesuksesan yang mereka raih. Salah satunya adalah bagaimana mereka memperkenalkan produk mereka ke publik. Setelah melewati berbagai rintangan, Marshall Utoyo dan Krishnan Menon menjadi dua dari sekian anak muda Indonesia yang dinilai sukses menurut Forbes.

Forbes merilis daftar anak muda yang sukses di bawah umur 30 tahun dalam berbagai bidang seperti sektor keuangan, teknologi, kesehatan, dan beberapa sektor lainnya. Marshall Utoyo dan Krishnan Menon masuk dalam kategori Retail & e-Commerce ’30 Under 30 Asia’ Forbes 2018. Ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan bagi kedua orang tersebut.

Saya senang banget, beruntung banget di ajarkan sama orang-orang yang jauh lebih hebat dari pada kita” kata Marshall Utoyo.

Saya juga membaca kisah hidup salah satu pemuda jepara yang bisa sukses dengan modal 0.Rp benar. Anda tidak salah lihat di kutip dari Kumparan.com.

Arthur adalah seorang pemuda yang lahir di Jepara, Jawa Tengah ia menikah pada 2011 silam. Setelah menikah ia mencoba berbagai bisnis namun hasilnya selalu gagal. Bahkan ia memiliki hutang sebesar Rp12 juta kala itu. Hingga suatu hari tetangganya memintanya untuk memasarkan produknya di internet

“Kalau dibilang enggak sengaja, datang memfoto dan di-upload di beberapa e-commerce yaudah ada order terus aku sampaikan pengrajin aku bilang ngambil untungnya berapa,” sambungnya

Tak lama setelah itu ia pun menerima pesanan pertamanya yaitu satu set sofa, di jual dengan harga Rp 9 juta ia mampu mengambil keuntungan sebesar Rp 500.00. dari situ ia mampu mengembangkan bisnis tetangganya dan akhirnya ia mampu membuat bisinis mebel sendiri dengan brand nama Kokean.

Sekarang ia mampu menghasilakan omset hingga mendekati Rp 1 miliar per tahun. Dari omzet itu, Arthur bisa memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp 250 juta hingga 300 juta. Bahkan ia telah mengekspor prosuknya ke lebih dari 5 negara. Seperti, Australia, Dubai/Abu Dhabi, Belanda, Jerman hingga yang terbaru ke wilayah Israel.

ini membuktikan bahwa sektor industri mebel Jepara masih sangat baik. Di kutip dari Jawa Pos, Jepara menyumbang 34,87 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tahun kemarin. Furnitur dari kayu, kerajinan tangan, serta kayu olahan merupakan kontributo terbesar, dengan nilai ekspornya mencapai USD 190 juta.

Dari informasi di atas kita bisa simpulkan industri mebel di jepara masih sangat menjanjikan. Yang menentukan bisnis mebel anda berkembang atau tidak adalah krativitas anda dalam mengelola bisnis anda dan mencari peluang terbaik sebaik mungkin.

pembuatan kursi di jepara